MK Evaluasi Pembelajaran

Hasil Analisis dan contoh dari ruang lingkup evaluasi              pembelajaran 

 

Nama : Fazriah Turomdon 

Prodi : PGSD (5)

Nim   : 208620600190



Analisis Domain Hasil belajar

Di dalam ruang lingkup evaluasi pembelajaran terdapat 4 bagian:

pertama Domain hasil belajar

Didalam point ini, di kelompokkan ke dalam tiga domain, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Domain kognitif ini merupakan domain yang didalamnya berisi pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi peserta didik terkait hasil belajarnya. ke enam point tersebut saling berkaitan satu sama lain. contoh dari domain kognitif ini adalah peserta didik memperhatikan pembelajaran yang sedang berlangsung dikelas, dengan memperhatikan pembelajaran ,maka peserta didik akan mendapatkan pengetahuan atau pemahaman yang penuh tentang suatu hal, sehingga akan meningkatkan kemampuan kognitif yang dimiliki.


Kedua domain afektif 

yaitu domain yang berkaitan dengan sikap peserta didik dalam membentuk nilai dan menentukan tingkah laku. domain afektif ini memiliki beberapa jenjang kemampuan, pertama kemauan menerima, menanggapi, menilai, berorganisasi dan karakter. contoh dari domain afektif ini adalah mendengarkan pembicaraan teman dengan penuh perhatian,berpartisipasi dalam diskusi kelas, peka terhadap sesuatu, dan menunjukkan kemandirian saat bekerja secara mandiri.

Ketiga domain psikomotorik 

yaitu kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan keterampilan, seperti menulis tangan, mengetik dan lain-lain.didalam domain psikomotorik terdiri dari imitation (meniru dengan contoh), manipulation( manipulasi tanpa contoh visual dapat meniru), precision ( lancar dan tepat), artculation ( akurat dan cepat) dan naturalization (spontan dan otomatis). contoh dari domain ini adalah berlari, melukis, melompat dan memukul.


analisis sistem pembelajaran

Didalam sistem pembelajaran ini merupakan cara cara untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu dengan tercapainya hasil belajar secara maksimal oleh peserta didik dalam proses belajar. didalam sistem pembelajaran ini meliputi program pembelajaran yg berisi tujuan, isi/ materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan dan penilaian proses dan hasil belajar. hal tersebut sangat berperan penting dalam tercapainya program pembelajaran yang baik. contohnya yaitu silabus, RPP, program Tahuan, program semester dan lain sebagainya.

kemudian proses pelaksanaan pembelajaran yaitu kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh peserta didik dan guru, yang meliputi kegiatan, guru sebagai penyampaian materi dan peserta didik sebagai orang yang berperan dalam kegiatan belajar dan bimbingan. contoh dari proses pelaksanaan pembelajaran ini adalah kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung di kelas, yang sesuai dengan silabus dan RPP yang telah dibuat.

Dan hasil pembelajaran, yaitu tentang pengetahuan atau keterampilan yang harus diperoleh siswa, baik untuk jangka pendek (sesuai dengan pencapaian indikator) , jangka menengah (sesuai dengan target untuk setiap bidang studi/mata pelajaran) dan jangka panjang (setelah peserta didik terjun ke masyarakat). contoh dari hasil pembelajaran ini adalah pengisian buku rapor


analisis proses dan hasil belajar 

Didalam proses dan hasil belajar ini memiliki beberapa bagian :

Pertama sikap, yaitu keadaan atau kebiasaan peserta didik terhadap guru, mata pelajaran, orang tua, lingkungan, terhadap tugas-tugas yang di berikan guru di sekolah,  terhadap tata tertib sekolah serta motivasi dan minat bakat peserta dalam pelajaran. Contohnya : apakah peserta didik mampu mengerjakan tugasnya, atau apakah peserta didik mengikuti aturan sekolah dengan baik.

Kedua pengetahuan dan pemahaman, yaitu bagian peserta didik terhadap bahan pelajaran, contohnya apakah peserta didik mengetahui dan mengerti tentang materi yang telah di ajarkan guru, atau apakah peserta didik dapat memahami tugasnya sebagai warga sekolah.

Ketiga kecerdasan peserta didik, yaitu kemampuan yang dimiliki oleh anak, kecerdasan tidak hanya dipengaruhi oleh nilai prestasi, tapi juga minat seseorang. Contohnya, apakah peserta didik dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelajaran.

Keempat perkembangan jasmani/kesehatan, yaitu suatu proses kegiatan peserta didik yang menghasilkan cara yang baru di dalam mempelajari gerakan, melalui langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, dan penyempurnaan berdasarkan penilaian yang dilakukan secara terus-menerus selama kegiatan itu berlangsung. Contohnya  apakah peserta didik sudah berkembang secara harmonis, apakah peserta didik sudah dapat membiasakan diri hidup sehat dan lain sebagainya.

Dan kelima keterampilan, yaitu kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik, cepat, dan tepat. Contohnya apakah peserta didik sudah terampil membaca, menulis dan berhitung, atau apakah peserta didik sudah terampil menggunakan tangannya untuk menggambar dan lain-lain.

Analisis penilaian berbasis kelas

Penilaian berbasis kelas yaitu suatu proses pengumpulan, pelaporan dan penggunaan data dan informasi tentang hasil belajar peserta didik untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Didalam penilaian peserta didik, sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikeluarkan oleh Departemen pendidikan Nasional (2004), yaitu :

Pertama kompetensi dasar mata pelajaran, yang pada hakikatnya adalah pengetahuan, keterampilan,sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek atau subjek mata pelajaran tertentu. Contohnya adanya indikator yang dibuat untuk patokan guru agar bisa dipelajari oleh peserta didik.

Kedua kompetensi rumpun pelajaran, yaitu kumpulan mata pelajaran yang lebih spesifik. Contohnya rumpun mata pelajaran sains yang merupakan kumpulan dari ilmu fisika, kimia dan biologi. Penilaian kompetensi ini dilakukan dengan mengukur hasil belajar tamatan. Hasil belajar tamatan merupakan ukuran kompetensi rumpun pelajaran. Oleh karena itu, guru harus menggunakan indikator sebagai dasar penilaian peserta didik.

Ketiga kompetensi lintas kurikulum yaitu kompetensi yang harus dikuasai peserta didik, meliputi dapat menjalankan hak dan kewajiban misalnya dalam menghargai sesama, kemudian menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan orang lain, berfikir kritis berwawasan luas, beradab, berfikir fokus, dan percaya diri. Contohnya mengaitkan  materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. 


Ke empat kompetensi tamatan merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu.  Kompetensi tamatan ini merupakan batas dan arah kompetensi yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti berbagai mata pelajaran tertentu.  Contohnya untuk meluluskan atau menamatkan peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu, diperlukan kompetensi tamatan.  Kompetensi tamatan suatu jenjang pendidikan dapat dijabarkan dari visi misi yang ditetapkan oleh jenjang pendidikan masing-masing. Acuan kompetensi lulusan adalah struktur keilmuan mata pelajaran, perkembangan psikologi peserta didik dan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna lulusan ( jenjang sekolah selanjutnya).

Kelima pencapaian keterampilan hidup, dari penguasaan berbagai kompetensi dasar, kompetensi lintas kurikulum, kompetensi rumpun pelajaran dan kompetensi tamatan melalui berbagai pengalaman belajar dapat memberikan efek positif dalam bentuk kecakapan hidup. Kecakapan hidup yang di iliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar ini, juga perlu dinilai sesuai dengan kebutuhan mereka dalam bertumbuh dan berkembang dal kehidupannya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kecakapan hidup yang perlu dinilai yaitu : keterampilan pribadi (percaya diri), keterampilan berfikir rasional (berfikir kritis), sosial (contoh berkomunikasi lisan dan tertulis), akademik (contoh keterampilan merancang) dan vokasional (contoh keterampilan menemukan prosedur untuk mengerjakan suatu tugas).








Komentar